IBX5980432E7F390 Harapan dan Realita Pendidikan Masa Kini - ALIVE ZAINUL

Harapan dan Realita Pendidikan Masa Kini

iklan (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Harapan dan Realita Pendidikan Masa Kini
Image source: https://www.jawapos.com/thumbs/l/news/2017/11/25/dukungan-fintech-untuk-transformasi-pendidikan-masa-kini_m_170589.jpeg
Harapan serta Realita Pendidikan Masa Kini

Pendidikan artinya suatu proses penanaman budaya, tata cara serta nilai-nilai moral dalam rakyat kepada seseorang individu atau grup yg mencangkup pengetahuan, sikap, serta sosial budaya. Proses penanaman ini berjalan secara bertahap serta kontinu selama manusia itu hidup. Pendidikan bertujuan agar kelak orang yg mendapat pendidikan tersebut dapat beradaptasi memakai lingkungan rakyat serta bermanfaat bagi orang pada sekitarnya. Diharapakan memakai adanya pendidikan yg baik pada negeri ini akan mendongkrak kesejahteraan rakyat serta sanggup membuat generasi penerus bangsa yg cerdas, kredibel, berkarakter, serta sanggup bersaing serta maenjawab tantangan era globalisasi sekarang ini.

Mungkin seluruh lapisan rakyat telah tidak asing memakai yg namanya pendidikan. Ya, pendidikan merupakan keliru satu tolak ukur taraf kemajuan suatu bangsa. Selain itu pendidikan jua merupakan unsur penting dalam menaikkan harkat serta prestise serta kualitas hidup manusia. Mengapa? Karena pendidikan artinya mata uang yg berlaku pada negara manapun. Saya ambil sebuah contoh mungil, dalam ilmu matematika 1 + 1 = dua. Bika kita bertanya memakai pertanyaan yg kepada seluruh orang pada muka bumi, tentu mereka akan menjawab memakai jawaban yg sama.  Dari contoh tersebut bisa dicermati bahwa  pendidikan artinya hal yg diakui dimanapun. Saya akan mengambil sebuah contoh mungil lainnya. Seorang insinyur arsitek menghasilkan sebuah gambar rancangan sebuah gedung. Ketika rancangan tersebut selesai serta hasilnya bagus, maka sang insinyur dapat menjual karyanya memakai harga puluhan juta. Ketika dalam proses pengerjaan, seseorang kuli bangunan bekerja keras setiap hari dari pagi hingga sore serta diupah contohnya seratus ribu per hari. Dalam contoh tadi bisa kita lihat memakai terang kiprah pendidikan dalam menaikkan kualitas hidup manusia.

Pendididikan yg bagaimana yg bisa mengantarkan seseorang pada kesuksesan? Tentu saja pendidikan yg berkualitas serta sesuai porsinya. Ingat, pendidikan harus diadaptasi memakai kebutuhan pelajar, bukan pelajar yg harus menyesuaikan diri memakai pendidikan. Karena setiap orang memiliki kemampuan serta potensi yg bhineka. Sebuah sistem pendidikan harus bisa mewadahi seluruh potensi anak-anak bangsanya agar kelak mereka bisa menyebarkan potensi mereka serta menentukan karirnya pada masa depan.  Kurikulum pendidikan pada beberapa negara maju telah menerapkan pola misalnya ini. Contohnya pada Inggris, selesainya anak-anak telah menyelesaikan pendidikan dasarnya, mereka akan diarahkan apakah mereka ingin melanjutkan ke bangku kuliah atau melanjutkan ke jenjang kuliah.

Lalu bagaiamana memakai kualitas pendidikan pada Indonesia sekarang? Menurut laporan pendidikan dunia, pendidikan pada Indonesia merupakan yg terbesar ke empat pada dunia, akan tetapi sayangnya sistem pendidikan yg timbul artinya yg terburuk jikalau dibandingkan dari 50 negara lainnya. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa pendidikan pada Indonesia masih belum berhasil membuat generasi penerus bangsa yg unggul serta sanggup menjawab tantangan globalisasi. Namun bukan berarti pendidikan pada Indonesia gagal. Karena masih poly jua anak bangsa yg sanggup menorehkan prestasi gemilang baik pada taraf nasional jua internasional. Tentu menjadi pertanyaan bagi kita seluruh mengapa pendidikan pada Indonesia masih belum berhasil menjawab ekspektasi rakyat serta dunia. Pendidikan pada Indonesia masih belum bisa memfasilitasi para pelajar buat bisa mempersiapkan masa depannya. Sistem pendidikan pada Indonesia yg menuntut para pelajar buat bisa menguasai poly pelajaran menghasilkan mereka menjadi kesulitan buat menyebarkan potensi diri mereka. Sebagai contoh, jikalau kita bertanya kepada seseorang anak sekolah perihal cita-citanya dia niscaya galau buat menjawabnya. Kebanyakan anak sekolah membiarkan duduk perkara ini berlarut-larut serta berujung pada kegagalan dalam menentukan karir pada masa depan. Makanya tak heran jikalau kita poly melihat orang bergelar sarjana yg tak kunjung dapat pekerjaan atau bekerja pada yg bukan bidangnya.

Saat ini kita sedang dihebohkan memakai adanya kurikulum 2013. Sebuah inovasi yg dicanangkan pemerintah buat menjawab berbagai duduk perkara terkait pendidikan pada negeri ini. Pada kurikulum yg satu ini pemerintah mencoba buat merubah sistem pembelajaran pada sekolah dari yg lebih mengutamakan akademik menjadi pendidikan karakter memakai perbandingan 60% sikap serta 40% sisanya akademik. Dalam proses pembelajaran, anak didik dituntut buat berpikir kritis dalam setiap duduk perkara dalam pelajaran. Selain itu, dalam kurikulum 2013 timbul beberapa mata pelajaran ditiadakan. Mata pelajaran yg tersedia dalam kurikulum 2013 dibagi menjadi mata pelajaran wajib A, wajib B, peminatan, serta pilihan buat mengasah skill lainnya. Hal ini diadaptasi buat mengarahkan anak didik pada sistem pembelajaran yg lebih spesifik misalnya halnya dalam kuliah. Dengan adanya kurikulum 2013 diperlukan adanya suatu pembaharuan pada ranah pendidikan pada Indonesia serta membuat anak didik yg memiliki karakter bangsa.

Sayangnya kenapa pemberlakuan sistem tersebut tidak dilakukan sejak dahulu. Seharusnya kesinkronan antara sekolah serta kuliah harus telah timbul sejak dulu. Dalam aplikasi kurikulum 2013 pun masih poly resistor yg dihadapi berbagai sekolah. Pengadaan buku teks pelajaran, pengadaan fasilitas penunjang dalam pembelajaran, pemahaman guru yg kurang perihal konten kurikulum 2013, serta sistem penilaian yg rumit artinya sedikit dari sekian poly perkara yg dihadapi. Para siswapun masih poly dibingungkan memakai contoh pembelajaran yg diterapkan pada kurikulum 2013 karena poly anak didik yg belum terbiasa memakai metode pembelajaran yg tidak sama yg mengharuskan anak didik terlibat serta aktif dalam proses belajar mengajar. Tentunya ini sangat disayangkan karena inovasi yg seharusnya mendatangkan solusi malah menjadi butir simalakama bagi anak didik pada Indonesia.

Oleh karenanya, telah seharusnya pemerintah lebih cekatan lagi buat merangkul seluruh elemen pendidikan pada negeri ini serta bekerja sama buat membuat pendidikan Indonesia yg lebih baik. Karena pemerintah saja tidak cukup buat mengemban tugas tersebut. Harus timbul transedental antara pemerintah, instansi pendidikan, keluarga, serta rakyat. Jadi ini artinya tanggungjawab kita seluruh sebagai warga Indonesia buat bisa menyebarkan pendidikan pada Indonesia, karena misalnya yg katakan tadi, pendidikan merupakan proses penanaman budaya serta nilai moral, jadi pendidikan tidak hanya sebatas belajar pada sekolah saja.

Berlangganan Untuk Mendapatkan Artikel Terbaru:

0 Komentar Untuk "Harapan dan Realita Pendidikan Masa Kini"