IBX5980432E7F390 Contoh Puisi Tentang IBU - ALIVE ZAINUL

Contoh Puisi Tentang IBU

Ibu

Kakimu bernilai surga
Kasih sayangmu mampu melunakan besi
Menghancurkan baja
Menghangatkan lautan lepas
Detik-detik mu harapan yang kau curahkan untukku

Ibu, kau adalah orang yang paling munafik
Yang pernah ku temui
Kasih sayang mu kau bungkus amarah
Ocehanmu adalah nada melody kecintaan
Tapi semua ini demi anakmu

Created by : @_terabaikan
Untuk mu

Entah bagaimana aku harus membalas
Semua yang kuberi takkan mungkin bisa mengganti kasihmu
Ketulusanmu bak awan putih di siang yang cerah
Namun bedanya kasih tulus mu tak hanya terlihat
Tapi terasa bahkan membekas

Satu hal yang paling aku risaukan
Saat ku tak dapat membalas ketulusan kasihmu padaku
Seberapa keras aku mencoba berusaha
Kau terlalu jauh tuk ku balas dengan belaian dan depakan kasih

Terimakasih selalu memberi tanpa meminta padaku
Terimakasih selalu melindungi tanpa merisaukan diri
Terimakasih selalu menyayangi tanpa menghitung hari
Terimakasih selalu ada dalam setiap cerita indah dan kelam
Hidupku ibu..
Penuh peluh

Tak peduli seberapapun lelahku
Yang terfikirkan hanyalah kekosongan didapurku
Apa yang harus kuberi untuk mereke?
Sedang aku bersusah payah mencarinya
Keringat dan terik tak lagi asing menyengat
Terus menyusuri kerasnya kota
Kuberikan tenagaku untuk sesuap nasi

Menjaga mereka agar tetap tumbuh
Selayaknya mereka tumbuh
Aku mencintai mereka
Sebagai anugerah yang harus ku jaga

Jatuh tak berarti lumpuh
Aku harus berdiri melawannya

Tangan keriput
Kini semakin sering terlihat
Oleh banyaknya orang yang menatapku iba
Ahh sudah biasa..
Tentang bertahan
Aku kuat seperti senyumku
Yang selalu kubebaskan
Berseri dibawah teriknya mentari
 Untuk ibu

Kuputuskan tuk pergi semata mengejar mimpi
Kau ku tinggalkan
Matamu ku tahu tak ada kerelaan melepaskan

Jika aku menangis, ibu
Kau alasan ingatan sesungguhnya
Menampung rindu
Tawamu adalah kantung air mata

Aku tahu ada kecemasan dibening matamu
Yang kau sembunyikan
Dan kau selipkan diantara bait-bait doa

Tapi aku anakmu ibu, aku mencintaimu
Jemariku sungguh sejak lama ingin
Menyentuh wajahmu,bibirku sungguh
Ingin mencium telapak kakimu
Mengecup pipi dan keningmu

Tidurku, anak kecil yang ingin pulang ke
Rahimmu sekali lagi

Created by : Aldi Toy
 Mata air cinta

Ibu..
Memelukmu adalah kenyamananku
Melukis senyummu adalah keinginanku
Mencintaimu sudah tentu kewajibanku

Namun terkadang
Melawanmu menjadi kebiasaanku
Bahkan ku menyiakanmu dan
Melupakanmu sebagai seorang ibu
Tanpa kusadari begitu teririsnya hatimu

Harusnya aku menjadi pelindung
Bukan menjadi anak yang tak tahu untung
Harusnya aku menjadi anak yang penurut
Bukan menjadi anak yang banyak nuntut

Aku masih sangat ingat
Ketika itu tak ada biaya untuk berangkat
Dari kampung menuju perkotaan yang padat
Waktu itu hujan begitu lebat
Kakimu kau paksa menapak
Hanya bermodal payung rusak
Ibu menjelajah rumah ke rumah dengan hati terisak

Tak peduli petir menyambar
Ibu tetap berjalan dengan sabar
Meski tubuhmu sudah gemetar
Ibu masih mengetuk pintu warga sekitar

Terimakasih sang pencipta
Kau beri aku seorang wanita tangguh
Yang selalu mengusap air mata
Ketika ku dilanda derita
Yang punya hati sebening permata
Dan yang menjadi mata air cinta

Created by : Boby Julianto Siallagan
 Ibu

Ketika tubuhku dibaluti rasa cemas
Tangan mu lah yang siap memberiku kehangatan
Meski letih raga mu tak henti bercucuran

Aku tau ibu kau letih
Namun tak pernah kau tanggalkan sedih di wajahmu
Banyak makna tersirat
Yang tak bisa kuartikan lewat kata
Terkadang senyum mu palsu
Dan aku baru menyadari itu sekarang
Tanpa letih, dan tanpa lelah
Kau haturkan satu persatu kata demi menggugah jiwaku
Meski terkadang kau merasakan sakit atas
Semua perilaku yang kulakukan
Namun tak pernah engkau simpan dendam di dalam hatimu

Engkau tempat ku mengadu setelah Allah
Selalu memberikan yang terbaik
Kau tak pernah ingin aku tau jika ada air mata dibalik senyum hangatmu
Karena kelakuan ku yang tak pernah kau inginkan
“Waah, masakan ibu enak”
Kalimat singkat terdengar menyenangkan

Ya, anakku sedang duduk manis menikmati
Sepiring nasi berlauk kari kesukaanya
Dan semua ini berkat ibuku
Dengan telaten melatihku memadukan
Bahan dapur agar istimewa

Terimaksih ibu, pelajaran yang tak ada disekolahanpun
Bisa membuatku bahagia
Menjadi seorang ibu karena engkau
Bu, bisakah kau terus menganggapku anak kecilmu?

Jangan suruh aku menjadi dewasa
Karna hanya denganmu aku dapat mengadu
Ketika perjalanan hidup ku sulit terasa

Ibuku, setiap apa yang ada padamu
Adalah doa untukku
Untuk kebaikan anak-anakmu
Aku pun akan selalu berbisik kepada bumi
Agar suara ku terdengar sampai kepada Ars-nya
Dengan selalu ku menyebut nama mu
Ibuku, kau lah syurgaku..

Ibu.. engkau lah pahlawanku yang nyata
Tanpamu, aku bukanlah apa-apa
Tanpamu, aku tidak bisa menginjak dan mengerti dunia
Sungguh, keikhlasan mu mengajarkan ku
Untuk lebih berusaha
Berusaha untuk menjadi pahlawan
Keluargaku nantinya

Terimakasih banyak bu..
Karena telah menjadi pahlawanku
Karena mu aku tahu bagaimana sang ibu
Harus bertindak

Itu pelajaran pertamaku sebelum aku tau
Rasanya menjadi “ibu”
Karena tidak semua pengalaman adalah gurunya
Tapi kaulah guruku yang seutuhnya

Ku tau jasamu tak terbalas
Dan hanya doa anak sholih sholihah
Yan mampu sampai kepadamu
Semoga doaku senantiasa tersampaikan
Karena tak ada jalan lain jika aku tak bisa
Lagi bertemu ibu
Kecuali lewat jalan doa

Ibu..
Kudoakan untukmu selalu
Kelak kau akan berada dalam syurganya
Dan itu adalah imbalan untukmu atas semua
Pengorbanan yang kau berikan

Created by : Nila Richma
Kiya Ziza
Dhani Almurhif
Neng Upit
Gubuk Kata
Rhany HN
Ramadhan
Sischa Ardiati
Cuma ibu yang tahu

Saat ibu baru saja memejamkan mata
Pecahlah tangisan sikecil dengan nyaringnya
Dalam keadaan mengantuk, anak pun harus
Di gendong sepenuh cinta

Bagaimana rasanya? Cuma ibu yang tahu
Rasanya.. Saat lapar melanda, terbayang makanan
Enak diatas meja
Ketika suapan pertama, anak pup di celana
Bagaimana rasanya?
Cuma ibu yang tahu rasanya

Saat badan sudah lelah tak ada tenaga
Ingin segera mandi
Menghilangkan penat yang ada
Mumpung anak-anak sendang anteng dikamarnya
Belum sempat sabunan, anak sudah menangis
Berantem rebutan boneka

Kacaulah acara mandi ibu, langsung handukan
Walau daki masih menempel dibadannya
Bagaimana rasany?
Cuma ibu yang tahu rasanya

Saat ibu ingin beribadah dengan khusyuknya
Anak-anak mulai mencari perhatian
Menarik-narik mukena
Mengacak-acak lemari baju
Mumpung ibu tak berdaya

Loncat sana loncat sini
Punggung ibu jadi pelana
Belum juga beres doa, anak-anak semakin berkuasa
Bagaimana rasanya?
Cuma ibu yang tahu rasanya

Aaahh..
Dibalik kerepotan itu semua
Namun ada jua syurga didalamnya

Cuma ibu yang tahu lezatnya makna senyuman anak
Yang diberikan
Pelukan anak..
Ucapan cinta anak yang tampak sederhana
Dihadapan orang, namun berubah menjadi intan
Permata di mata ibu

Itulah mengapa..?
Saat anak bahagia, ibu menangis..
Anak berprestasi, ibu menangis..
Anak tidur lelap, ibu menangis..
Anak menikah, ibu menangis..
Anak wisuda, ibu menangis..
Anak wisuda TK aja, ibu menangis..
Anak tampil di panggung, ibu menangis..

Aahh..
Inikah tangis bahagia yang tak akan
Dapat dimiliki siapapun jua
Jika engkau tak mengalaminya
Sendiri sebagai ibu
Mungkinkah ini bagian dari surga milikNya
Yang diberikan kepada seluruh ibu
Sebuah cinta yang begitu lezatnya dirasa..?

Createed by : Khofifah Indar Parawansa (Mensos RI)
Contoh Puisi Ibu 15

Di punggungmu ku bersandar dari rasa lelahku
Di pelukanmu ku berbaring dari rasa sesalku
Telah jauh jarak yang memisahkan kita
Membentang kerinduan di dalam hati

Aku merindukanmu bunda
Telah kucoba mengumpulkan keindahan dunia
Untuk ganti kehadiranmu
Telah kucoba mencari yang terbaik
Untuk mengisi kerinduanku
Namun semua itu tiada guna
Karena kau tidak bisa tergantikan juga

Aku merindukanmu bunda
Dunia takkan mampu menggantikanmu
Dunia takkan bisa mengusikmu
Hanya kau bunda yang selalu didalam hatiku
Hanya kau bunda yang selalu ada di dalam kepalaku

Aku merindukanmu bunda
Dunia pun tidak berarti dengankehadiranmu
Dunia tidak bisa menopang hati
Dan luasnya kasih sayangmu
Karena kau lah yang memperintah hidupku
Begitu indah setiap detik dalam pelukanmu
Begitu indah setiap detik di dalam pangkuanmu

Aku merindukanmu bunda
Rasa rinduku padamu takkan bisa dikalahkan waktu
Rasa sayangku padamu tidak akan bisa dikalahkan jarak
Aku akan menemuimu
Segera setelah menyelesaikan tugas-tugasku

Created by : V.F
Mama

Matamu sayu menyambut pagi
Sebab semalam kau pulang dini hari
Selalu bersimpuh kepada sang ilahi
Untuk memberkahi hari ini

Senyummu selalu berkembang
Setiap menyambut kami
Peluhmu kau keringkan setiap memeluk kami
Bibirmu selalu menyentuh pipi
Setiap menginggalkan kami
Tak membiarkan nestapa menghantui

Tapi kesenangan itu pasti hanya mejerit dalam hati
Bila sedang tersakiti
Ini hanya tulisan
Yang tak perlu dipuji
Ini hanya tulisan
Yang tak sebanding dengan perjuanganmu hingga kini

Mungkin aku bukan anak yang berbakti
Tapi aku punya cinta dalam hati
Yang selalu terukir setiap hari
Tak kan berdasar bila kau selami

Created by : Ewl
Surat Cinta untuk Emak

Mak, tuhan menamparku, PLAK
Itu untuk aku yang terjebak, BRAK
Aku jatuh, Mak

Aku menagais, aku meringis
Di pangkuanmu, Mak
Aku mengaduh, ampun
Di pelukmu, Mak

Pernah aku terbang
Mengawang-awang
Meninggalkanmu dengan amarah
Berjanji bahwa aku akan menang dari debatan kita

Tapi, Mak
Aku kalah, aku mengambang
Tuhan mencelakkan mata
Untukku melihat

Darahku adalah darahmu
Daging yang membalutku adalah dagingmu
Pikirku yang keras juga pikiranmu
Hatiku yang tegar adalah hatimu

Kita sama, Mak
Kau yang menua adalah guruku untuk belajar
Engkau yang kini rapuh, adalah cintaku untuk tegar
Senyummu adalah kekuatanku untuk mengalahkan dunia

Aku bersyukur, Mak
Tuhan masih sayang padaku, seperti engkau juga
Kekerasan hatiku ditaklukannya agar aku mencintaimu
Labih lagi dari masa lalu

Berlangganan Untuk Mendapatkan Artikel Terbaru:

0 Komentar Untuk "Contoh Puisi Tentang IBU"