IBX5980432E7F390 PENDIDIKAN INDONEISA DALAM PERSIAPAN BELAJAR YANG HARUS DIPENUHI - ALIVE ZAINUL

PENDIDIKAN INDONEISA DALAM PERSIAPAN BELAJAR YANG HARUS DIPENUHI

Pengertian Menurut Winkel, Belajar adalah semua aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dalam lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengelolaan pemahaman. 

Menurut Ernest R. Hilgard dalam (Sumardi Suryabrata, 1984:252) belajar merupakan expositions perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, yang kemudian menimbulkan perubahan, yang keadaannya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh lainnya.

  • Syarat-syarat Bersiapan Belajar
1. Kondisi Jasmani 

Kesehatan jasmani mutlak diperlukan dalam studi. Karena itu pelajar hendaklah berusaha menekan gangguan kesehatan semaksimal mingkin. Kalau memeng harus belajar dalam keadan jasmani kurang sehat seperti sedang flu, pusing, badan kurang enak dan sebagainya, maka ia harus minum obat lebih dahulu sebelum mulai belajar. Kesehatan adalah mahkota yang sangat mahal harganya. Makan, istirahat, tidur, olahraga, rekreasi dan lain-lain harus diatur sebaik mungkin sehingga badan selalu tetap segar, bersemangat, bergairah dan senantiasa siap untuk belajar dan bekerja. 

2. Kondisi Rohani 

Selain kesehatan jasmani yang baik, siswa harus memiliki ketenangan jiwa dan fikiran. Rasa benci, dendam, takut, kahwatir, cemas, irihati dan sejenisnya harus di buang jauh-jauh. Di samping sifat-sifat tersebut tidak baik juga dapat mengurangi ketenangan jiwa. Ia dituntut dapat menciptakan pergaulan yang baik, pergaulan yang menyenangkan dan menggembirakan ia harus pandai-pandai memilih sahabat yang baik, tahu perasaan orang lain dan mau diajak musyawarah, belajar dan bekerja bersama. 

3. Tempat 

Untuk belajar hendaklah siswa memilih tempat yang memenuhi syarat-syarat kesehatan. Tempat itu harus bersih, udara yang selalu berganti, sinar matahari inclination masuk terutama di pagi hari, ada penerangan yang cukup, tidak terlalu lemah dan menyilaukan dan diusahakan sinar dating dari arah belakang atau samping sebelah kiri. Tempat harus teratur rapi, jauh dari segala gangguan dan lain-lain. Pendek individualized structure kalau anda atau ada orang lain masuk ke tempat belajar itu merasa tergugah hatinya untuk belajar. 

4. Suasana 

Suasana belajar erat sekali dengan tempat belajar. Kalau tempat baik maka suasana quip menjadi baik. Suasana belajar dapat diciptakan dan diperbaiki. Seorang siswa dapat menciptakan suasana yang lebih baik daripada sebelumnya apabila mau bertindak. 

5. Waktu 

Kapankah seorang siswa harus belajar, pagi, sore siang atau malam ? sebenarnya dia sendirilah yang tahu jawabanya yang pasti. Hanya saja dianjurkan dan sebaiknya ia belajar sewaktu kondisi dan suasana memungkinkan. Tentunya ia harus belajar diwaktu-waktu memiliki kesegaran dan kejernihan otak/pikiran serta dapat berkonsentrasi penuh. 

6. Alat-alat 

Berikut ini alat-alat yang seharusnya dimiliki oleh setiap siswa, sedang alat-alat lain yang berupa alat-alat tambahan tergantung pada keperluan masing-masing. Alat-alat itu antara lain : 
  • Buku-buku; buku pelajaran, buku catatan, kasykul dan lain-lain. Guide atau tas untuk membawa buku. 
  • Alat-alat tulis
Ada juga beberapa saran yang diperlukan untuk persiapan belajar seperti yang dikemukakan oleh crow and crow. Crow and crow secara lebih praktis mengemukakan saran-saran yang diperlukan untuk persiapan belajar yang baik seperti yang diuraikan berikut: 
  1. Adanya tugas-tugas yang jelas dan tegas. Dengan tugas yang jelas perhatian siswa dapat diarahkan kepada hal-hal khusus mana saja yang perlu dipelajari dengan baik dan bagaimana cara mempelajarinya. 
  2. Belajarlah membaca dengan baik. Kepandaian membaca sangat diperlukan untuk memperoleh pengetahuan dan mengerti benar apa yang dibacanya. Bahkan lebih baik lagi jika pembaca dapat mengerti apa dan bagaimana pandangan pengarang dengan tulisannya itu. 
  3. Buatlah plot dan catatan-catatan pada waktu belajar . Catatan-catatan yang disusun dalam bentuk layout sudah dapat menggambarkan garis besar keseluruhan dari apa yang telah dipelajari. Maka mereka tidak perlu lagi membaca seluruh buku yang akan memakan waktu lebih lama. 
  4. Kerjakan atau jawablah pertanyaan-pertanyaan. Cara belajar yang baik jika sambil belajar siswa membuat pertanyaan – pertanyaan sendiri, dan kemudian menjawabnya berdasarkan apa yang telah dipelajarinya. Memformulasikan jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan lebih dapat diingat lama daripada pengetahuan yang hanya diperoleh melalui membaca atau menghafal. 
  5. Hubungan bahan-bahan baru dengan bahan-bahan yang lama. Sebelum siswa mulai mempelajari tugas-tugas untuk hari berikutnya, dia harus mengulangi kembali pelajaran-pelajaran yang lampau yang ada hubungannya dengan bahan pelajaran yang akan dipelajarinya. Dalam hubungan inilah bahan-bahan yang lama seringkali diperlukan untuk mempelajari bahan-bahan yang baru. 
  6. Gunakan bermacam-macam sumber dalam belajar. Buku pelajaran yang berjudul sama belum tentu isinya sama. Setiap pengarang memiliki kelebihan dan kekurangan. Di dalam belajar, siswa hendaknya dibiasakan untuk menjelajahi berbagai sumber atau buku untuk lebih memperluas dan memperdalam pengetahuan mereka.
  7. Pelajari baik-baik tabel, peta, grafik, gambar, dsb. Dengan mempelajari gambar, tabel, grafik, atau peta yang terdapat di dalam buku, siswa dapat memperoleh pengertian yang lebih jelas dan seringkali lebih luas dari pada membaca uraian-uraian yang panjang lebar. 
  8. Buatlah rangkuman dan audit. Semakin pandai siswa membuat rangkuman, semakin mudah baginya untuk mengadakan audit atau mengulang kembali pelajaran yang telah diterimanya. Rangkuman dan audit memberikan kesempatan kepadanya untuk merefleksikan, mengingat kembali, dan mengevaluasi isi pengetahuan yang telah dikuasainya.

Berlangganan Untuk Mendapatkan Artikel Terbaru:

0 Komentar Untuk "PENDIDIKAN INDONEISA DALAM PERSIAPAN BELAJAR YANG HARUS DIPENUHI "