IBX5980432E7F390 CIRI CIRI ANAK SEKOLAH YANG RAJIN - ALIVE ZAINUL

CIRI CIRI ANAK SEKOLAH YANG RAJIN

iklan (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Bukan hal yang menyulitkan untuk mengetahui anak didik kita bersemangat dalam belajar atau tidak ada semangat dalam belajar. Hal ini dengan mudah dapat dilihat dari gestur tubuh dan ekspresi dari peserta anak didik.Namun tidak ada salahnya untuk menguraikan agar diketahui anak didik yang mempunyai semangat belajar atau tidak. Di bawah ini perilaku anak didik yang dapat diketahui jika mereka bersemangat dalam mengikuti pelajaran.


1. Bergairah dengan pandangan yang berbinar – binar 

Anak didik yang mempunyai semgat belajar dilihat dari perilaku anak didik tersebut. Ketika mata anak didik berbinar – binar saat menjelaskan, ketika mereka berlomba – lomba untuk menjawab pertanyaan dari master, Anak selalu bertanya banyak hal tentang materi pelajaran yang mereka terima itu sudah pasti anak didik kita bersemangat dalam menerima pelajaran. Berarti sudah berhasil kegiatan mengajar. Bila tidak ada perilaku seperti yang disebutkan berarti sangat perlu dilakukan refleksi cara mengajar kita. 

Kegairan peserta didik ibarat mesin . Master senantiasa memasok bahan bakar akan mesin terus berjalan.Salah satu agar anak didik selalu semangat dalam belajar adalah memberikan motivasi anak didik agar mereka tetap bergairah dalam keadaan apapun juga. Ada atau tidak ada master , mereka senantiasa belajar. 

2. Rajin , tekun dan bersungguh – sungguh 

Peserta didik yang bersemangat menrima pelajaran tampak dari perilaku yang rajin, tekun, teliti dan bersunguh – sunguh setiap melaksanakan tugas . Ciri – ciri peserta didik yang rajin tampak ketika dia belum berhenti mengerjakan tugas meskipun mereka sudah lelah. Anak yang bersemangat dalam menerima pelajaran bisa dilihat dari sikap ketika tugas yang berikan selalu selesai dengan yang terbaik. Ketika anak mengalami kesalahan mengerjakan tugas mereka bersedia mengoreksi dan memperbaiki tugasnya. 

Mari kita lihat reaksi anak didik kita saat diberi tugas. Bagaimana sikak spontan yang diperlihatkan. Jika mereka memperlihatkan sikap menolak , tidak segera mengerjakan tugas yang diberikan berarti mereka menampakkan ssebagian tanda – tanda kemalasan. 

3. Bersegera mengerjakan tugas yang diberikan guru

Peserta didik yang mempunyai semangat belajar tentu ingin segera mengerjakan tugas yang diberikan oleh master, bahkan mungkin ketika master belum selesai menjelaskan bagaimana cara mengerjakn mereka sudah terlebih dahulu mengerjakan. Minat yang besar mendorongnya untuk menyelesaikan tugas dengan segera. Seperti seorang anak disuguhkan makanan favoritnya dan tidak sabar untuk segera memakananya sampai habis. Tidak ada kelihatan yang tanda – tanda kemalasan pada diri anak didik yang bersemangat. 

Adapun tanda – tanda anak yang malas adalah sudah berhenti atau sudah istirahat sebelum lelah. Jika ditemukan peserta didik memperlihatkan tanda – tanda kemalasan dan tidak segera mengerjakan tugas, tidak ada salahnya master memberikan batas waktu secara tegas dan memberlakukan aturan batas waktu itu sacara berlanjut. Dengan demikian siswa merasa terikat dengan batas waktu yang diberikan. 

4. Selalu ingin duduk di deretan kursi terdepan. 

Anak didik yang memiliki semangat belajar biasanya menyukai dan ingin duduk dideretan yang withering depan dibandingkan duduk dideretan yang withering belakang. Bahkan mereka menceri tempat duduk yang withering dekat dengan meja master. Dengan posisi duduk withering dekat dengan meja master, mereka lebih mudah untuk bertanya , menyimak dengan lebih jelas, mencatan dengan lebih teliti. 

Jika menemukan peserta didik macam ini, tidaklah salah memberikan perhatian lebih padanya. Karena tidak banyak siswa yang memiliki perilaku yang sudah menjadi karakter semacam itu. Perhatian yang dapat diberikan pada peserta didik seperti itu salah satunya adalah dengan membaca, memberikan nilai hasil catatannya. Bila perlu berilah komentar berupa customized structure – individualized structure motivasi pada akhir catatan mereka tulis. Dengan bentuk perhatian tesebut , peserta didik yang lain akan tergugah untuk meniru perilaku temannya karena mereka play on words sesungguhnya membutuhkan perhatian master. 

5. Menginginkan tugas tambahan

Anak yang bersemangat menerima pelajaran biasanya meminta atau menginginkan tugas tambahan ketika peserta didik itu telah selesai mengerjakn tugas . Bukan tidak mungkin dia meminta tugas yang sejenis bahkan barangkali meminta tugas yang lebih sulit karena anak didik tersebut menginginkan tantangan yang lebih besar. Sebagai master harus menyiapkan materi tambahn jika keadaan seperti ini terjadi. Jika anak seperti tidak diberi tugas tambahan yang lebih sulit ada kecenderungan atau berpotensi mengganggu suasana kelas. 

6. Tidak mudah lelah dan putus asa.

Semangat membuat anak didik tidak mudah lelah, tidak mudah menyerah dan putus asa.Anak didik tesebut mencoba berbagai cara untuk mencapai kesuksesan. Jika mempunyai anak didik dengan tanda – tanda macam itu tentu master sangat senang. Tetapi tidak jarang pula kita menemukan pada anak yang cerdas sekalipun, terkadang ingin mengerjakan secara instan dan cepat putus asa. 

Menghadapi hal seperti ini harus sabar memberi pengertian bahwa jika tidak putus asa maka hasilnya segera terlihat.Namun jika berhenti sebelum selesai maka peluang untuk berhasil kecil. Menanamkan mental tidak putus asa kepada anak didik tidak segampang membalik telapak tangan. Master harus telaten dan melakukan secara terus meneru. Ini semua penting bagi master untuk tidak serta merta membenci atau meninggalkan begitu saja anak didik yang putus asa mengerjakan tugas. 

7. Sudah mempelajari sebelum diajarkan

Siswa yang mempunyai semangat untuk belajar biasa berpetualang dengan mempelajari banyak materi, termasuk yang belum diajarkan sekaligus. Terlebih lagi, dunia web mudah diakses dikalangannya. Saat master memberikan penjelasan mengenai materi yang diajarkan , anak didik sudah mengantongi berrbagai pertanyaan. Menemukan peseerta didik yang penuh semangat seperti ini memang sangat menyenangkan. Kegiatan belajar menjadi lebih mengasyikkan. Akan tetapi, tantangannya kita harus lebih siap dengan bahan materi dan pengetahuan yang mendukungnya. Karena adakalanya siswa quip menguji wawasan master dengan berbagai macam pertanyaan. 

Pertanyaan yang diajukan oleh peserta benar – benar disebabkan oleh keingintahuan mereka, bentuk perhatian bahkan menguji guru.Oleh karena itu sepantasnya master memberikan respon positif kepada anak didik yang bersemangat dalam mengikuti pelajaran dan tidak menganggapnya sebagai pekerjaan yang merepotkan. Respon master sangat berpengaruh terhadap anak. Jika anak didik yang bersemangat mengikuti pelajaran direspon secara negatif tidak menutup kemungkinan membuat anak patah semangat. Semangat menyala – nyala berubah putus asa karena respon negatif . 

Tidak jarang anak didik yang sudah mempelajari materi terlebih dahulu akan tampil seolah – olah serba tahu di depan master. Sebagai master kita harus bersikap jujur, tidak memusuhi peserta didik yang bersikap seperti itu. Kita harus menyadari bahwa anak didik itu ingin diakui sebagai anak yang withering tahu dibandingkan teman – temannya. Master dapat mengakomodir anak didik ini dengan menunjuknya untuk menjelaskan yang diketahui kepada teman – temannya. Dengan cara itu gur tetap dihormati dan anak yang bersemangat dalam belajar merasa dihargai dan dinilai. 

Satuh hal yang perlu diingat bahwa anak didik tidaklah selalu bersemangat pada semua mata pelajaran. Bisa jadi pada mereka tidak selalu bersemangat sepanjang menerima pelajaran. Bisa jadi bersemangat pada awal belajar dipagi hari ,tetapi setengah pelajaran berlanjut semangat belajar anak-anak perlahan-lahan kendor. Tugas master adalah menumbuhkan dan mempertahankan semangat anak didik dalam belajar.

Berlangganan Untuk Mendapatkan Artikel Terbaru:

0 Komentar Untuk "CIRI CIRI ANAK SEKOLAH YANG RAJIN"